Welcome to our website

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. ed ut perspiciatis unde omnis iste.

Friday, May 7, 2010

Matikan Lampumu nak !!!!

Ada suatu kebiasan yang amat mulia yang saya lakukan sampai sekarang, padahal kebisaan itu terbentuk sejak saya berumur 5 tahuan, yaa,,, kebiasan mematikan lampu kamar saat saya akan tidur, sepele memang, bahkan ada yang mengangap ga’ penting. Uniknya kebiasan itu terbentuk saat rumahku belum ada aliran listrik. Desaku memang baru dapat merasakn listrik tahun 1997 ketika saya sudah berumur 8 tahun. Setiap akan tidur ibu selalu bilang “nak matikan lampunya” suatu bentuk penghematan sederhana dari masarakat desa bahkan semenjak kita menggunakan lampu “teplok” sebagai penerangan rumah. Dengan tidak menyalakan lampu beratai kita telah melakukan penghematan untuk kita dan untuk masa deapan bumi kita. tapi klo sekarang sudah pakai listrik .
Mematikan lampu saat tidur berarti kita telah ikut berhemat energi, hemat energi hemat biaya, terlebih sebentarlagi pemerintah berencana menaikan Tarif Dasar listrik (TDL), bayangkan jika seorang mematikan lampu ukuran 10 watt dikamarnya brati jika ia tidur jam 10malam sampai jam 4 pagi berati telah menghemat 10X6=60 wh, sama halnya menghemat 0,06 KWH, memang tak seberapa besarnya jika dibandingkan konsumsi listrik se-Jawa-bali, tapi jika ini dilakukan oleh sekelompok pendduduk di pulau jawa maka bisa anda hitung sendiri berapa kira-kira penghematan yang telah kita lakukan, suatu bentuk peduli lingungan dari kamar kita. SO7 dalam lagunya “jangan takut akan gelap, karna gelap melindungi diri kita dari kelelahan” 

Let’s go greeen

Saturday, May 1, 2010

Naruto Shippuden Movie 3 Subbed

Download and waching online Naruto Shippuden Movie 3


Naruto Shippuden Movie 3 part 1
click here to download
click here to waching online
Naruto Shippuden Movie 3 part 2
click here to download
click here to waching online
Naruto Shippuden Movie 3 part 3
click here to download
click here to waching online
Naruto Shippuden Movie 3 part 4
click here to download
click here to waching online
Naruto Shippuden Movie 3 part 5
click here to download
click here to waching online

Tuesday, March 30, 2010

Matematika Kehidupan dan Zakat

Kerja keras belum tentu produktif, lihat tukang becak, sungguh ia sudah kerja keras mengayuh becaknya hingga ngos-ngosan keringatan, tetapi hasilnya ternyata tidak memadai. Kerja cerdas lebih produktif, tidak terlalu keringatan tetapi hasilnya bisa jauh lebih banyak. Tetapi banyak juga orang yang sudah kerja cerdas, sudah menghasilkan begitu banyak, segala yang dibutuhkan sudah tersedia, ternyata hidupnya tidak tenang, gelisah dan ujung-ujungnya lari ke narkoba atau mendekam di penjara.
Nah, ada jenis kerja lain, yaitu kerja ikhlas. Dapat banyak alhamdulillah, dapat sedikit alhamdulillah, belum dapat, sabar dan berusaha lagi. Seberapapun yang diperoleh dari kerja keras, cerdas dan keikhlasannya, ia bisa menerimanya dengan senang hati karena ia menyadari bahwa wilayah manusia itu hanya berikhtiar, hanya berusaha, sedangkan tentang hasil, disitu ada tangan Tuhan.

Ada orang sudah dapat banyak masih kurang dan hatinya gelisah, makan tak enak tidur tak nyenyak, dimusuhi orang banyak. Sementara yang lain dapatnya sedikit tetapi ia merasa cukup bahkan masih bisa memberi. Dengan tenang ia menikmati hasil jerih payahnya, damai, harmoni dengan lingkungan dan bahkan dihormati orang lain.

Menurut hitungan matematis,orang yang punya uang sepuluh juta rupiah kemudian diambil lima juta untuk membantu biaya sekolah anak-anak yatim maka uangnya yang tersisa hanya tinggal lima juta rupiah. Jika orang itu kemudian mempunyai pola perilaku tetap yaitu selalu memberikan separoh hasil usahanya untuk membantu orang lain yang kesulitan, maka menurut hitungan matematis ia pasti lambat kayanya dibanding jika ia tidak suka memberi. Jika ia menjadi kaya 10 tahun kemudian, maka logikanya jika tidak suka memberi, ia sudah bisa menjadi orang kaya lima tahun lebih cepat.

Tetapi realitas kehidupan sering berbicara lain. Orang yang suka memberi justru lebih cepat kaya sementara orang yang kikir usahanya sering tersendat-sendat. Sama halnya orang dagang yang selalu mengambil keuntungan dengan margin tertinggi justru kalah bersaing dengan pedagang yang mengambil keuntungan dengan margin rendah. Kenapa ?, karena hidup itu bukan hanya matematis, ada matematika bumi dan ada matematika langit. Orang yang keukeuh (bertahan; sunda) dengan hitungan matematis dalam interaksi sosial tanpa disadari ia justru kehilangan peluang non teknis yang nilainya tak terukur secara matematis, yaitu berkah.

Berkah adalah terdayagunanya nikmat secara optimal. Dari uang lima juta rupiah misalnya semua terinvestasi tanpa ada sedikitpun kebocoran, sehingga pertumbuhannya konstan. Sedangkan penghasilan yang tidak berkah dapatnya sepertinya banyak, tetapi yang terdayaguna hanya sedikit karena sebagian besar justru bocor ke wilayah-wilayah yang tak diperlukan.

Matematika langit mengajarkan bahwa harta itu anugerah Tuhan. Tuhan menyuruh manusia untuk bekerja keras dan Tuhan akan memberi menurut kehendak Nya sesuai dengan rumus-rumus matematika langit. Zakat misalnya arti bahasanya adalah suci dan tumbuh, artinya orang yang disiplin membayar zakat hartanya menjadi suci (dari sorotan orang miskin) dan hatinya pun menjadi suci (dari keserakahan matematis).

Filosofi zakat ialah bahwa di dalam harta si kaya ada hak orang lain (miskin), yang meminta atau yang malu meminta. Jika zakat tak dibayarkan, maka maknanya si kaya memakan hak orang miskin. Zakat diartikan tumbuh artinya harta yang dizakati akan berkembang volume dan maknanya secara sehat. Logiskah ini ?.

Tuhan mengajarkan melalui pohon. Pohon yang secara regular digunting ranting dan daunnya ia akan tumbuh berkembang secara indah dan berpola, karena dari ranting yang digunting akan tumbuh daun baru yang segar. Jika pohon itu tak pernah dipotong maka pohon itu terus berkembang tetapi tidak indah, tidak berpola dan bahkan bisa menjadi pohon besar yang angker.

semoga bermanfaat. .. maaf klo repost hanya ingin berbagi

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes